Alasan Mengapa Rasulullah Melarang Mencabut Uban Kini Terbukti Secara Medis

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Kenapa Rasulullah melarang mencabut uban? Seperti tersebut pertanyaan yang kerapkali terbesit dalam benak kita. Walau mengakui sebagai umat Rasulullah yang cinta padanya, tetapi seringkali kita juga mempertanyakan tiap-tiap perbuatan atau pengucapan yang disarankan pada umatnya. Seolah kalau Rasulullah menyarankan hal itu tanpa ada pengetahuan dari Allah.

Memanglah uban kerapkali jadi permasalahan untuk beberapa orang mengingat warna serta sifatnya yang cukup mengganggu. Banyak yang rasakan kalau uban bikin penampilannya tampak tua maupun kurang rapi. Terlebih bila uban tumbuh di umur muda. Bahkan juga uban jadi penyebabnya rasa gatal yang sangat begitu di daerah

kepala hingga menginginkan rasa-rasanya untuk menyingkirkan helaian rambut putih itu selekasnya. Tetapi walau demikian, tumbuhnya uban adalah fase alami yang bakal dirasa tiap-tiap orang. Allah dalam Al Quran sudah berfirman :

“Allah, Dialah yang membuat anda dari kondisi lemah, lalu Dia jadikan (anda) setelah kondisi lemah itu jadi kuat, lalu Dia jadikan (anda) setelah kuat itu lemah (kembali) serta beruban. Dia membuat apa yang diinginkanNya serta Dialah Yang Maha Tahu lagi Maha Kuasa. ” (QS Ar Rum 54)

Uban Yaitu Sinar Untuk Seseorang Mukmin

Ketahuilah kalau mencabut ataupun memberi warna uban sebaiknya didasarkan pada info yang pasti. Jangan pernah kita beramal tanpa ada pengetahuan. Diluar itu uban sebenarnya adalah sinar untuk seseorang muslim.

Info yang mendasarinya ada dalam hadist dari Abdullah bin Umar kalau sebenarnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :

“Uban yaitu sinar untuk seseorang mukmin. Tidaklah seorang beruban –walaupun sehelai­ dalam islam tetapi tiap-tiap ubannya bakal dihitung sebagai satu kebaikan serta bakal meninggikan derajatnya. ” (HR Al Baihaqi)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Janganlah mencabut uban lantaran uban yaitu sinar pada hari kiamat kelak. Siapapun yang beruban dalam islam meskipun sehelai, jadi dengan uban itu bakal dicatat baginya satu kebaikan, dengan uban itu bakal dihapuskan satu kekeliruan, juga dengannya bakal ditinggikan satu
derajat. ” (HR Ibnu Hibban)

Sisi Rambut Manakah Yang Terlarang Dicabut Dan
Bagaimana Hukum Mencabut Uban?

Dalam kitab Al Jami Li Ahkami Ash Shalat, Muhammad Abdul Lathif Uwaidah menyampaikan kalau sisi yang dilarang untuk dicabut ubannya yaitu jenggot, alis, kumis serta kepala. Disamping itu hukum mengenai larangan mencabut uban menurut beberapa ulama dari kelompok Malikiyah, Syafi’iyah serta Hanabilah setuju kalau hukumnya makruh.

Larangan Mencabut Uban Berdasar pada Medis

Kajian mengenai ilmu dan pengetahuan memanglah tak ada habis habisnya serta seseorang ilmuwan dari Spanyol bernama Ismael Galvan, di th. 2012 lakukan riset mengenai uban. Akhirnya cukup mengagetkan lantaran nyatanya seorang yang mempunyai uban bakal hidup sehat serta berusia panjang.

“Pada manusia, melanin seperti pada kulit, rambut serta bulu adalah type yang sama. Hal semacam ini membatasi pengetahuan pada konsekwensi fisiologi pigmentasi” Ucapnya.

Arti dari info itu menyebutkan kalau uban jadi sinyal absennya melanin yang bermakna juga keadaan badannya dalam kondisi sehat.

Subhaanallah, sungguh apa yang disarankan Rasulullah bersumber dari Allah yang Maha Tahu hingga tak ada satu juga saran yg tidak mempunyai faedah, baik untuk kehidupan dunia maupun akhirat. Jadi telah sepatutnya kita selalu untuk bersukur masihlah di beri peluang tahu semua saran Rasulullah serta berupaya semaksimal mungkin saja mengamalkannya.
Wallahu A’lam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Get an awesome sticky message bar!Download