Salah satu alasan pasien atau keluarga pasien menunda untuk berobat ke dokter adalah takut kalau dikatakan ”sakit”. Pernyataan ini memang hanya berdasarkan pengamatan singkat saya saat bertemu dengan pasien dan keluarga pasien di ruang periksa, namun saya merasa hal ini cukup banyak dialami masyarakat kita.

Mungkin anda pernah mengalaminya, contoh saja saat anda mengalami sakit kepala berulang, sudah membeli obat sendiri di apotek, kemudian meminumnya, qodarullah tidak kunjung sembuh. Ketika disuruh berobat ke dokter karena khawatir merupakan penyakit yang tidak biasa, anda menjawab, “ah tidak apa-apa, paling dua tiga hari lagi sembuh..” Dan kalaupun anda ke dokter, ketika dokter menyarankan untuk pemeriksaan tertentu, anda dan keluarga malah berharap dokter mengatakan “Mas, anda baik-baik saja. Sakit kepala anda ini tidak apa-apa.”

Dan yang paling sering adalah seorang ibu yang membawa buah hatinya yang masih kecil berobat ke dokter. Anaknya yang masih kecil itu memiliki keluhan batuk. Kemudian dokter biasanya akan menanyakan berbagai keluhan-keluhan anak yang diamati oleh ibu dalam kesehariannya. Saat itu dimulailah kekhawatiran ibu. Sang ibu mulai mendahulukan kekhawatirannya akan vonis sakit terhadap anaknya dengan mengurang-ngurangi keluhan yang sebenarnya terjadi pada anak. Sering kali ibu mengatakan “Gak dok, ini cuma baru sekali ini saja kok. Masih aktif main, gak kayak sakit kok. Sehat-sehat aja kalau sehari-hari. Cuma batuknya ini aja, dok.” Belum lagi ketika dokter mulai mencurigai ada sesuatu yang tidak beres dengan kondisi anak sehingga harus foto rontgen misalnya, banyak ibu yang malah menjadi khawatir. Dan akhirnya penyakit anak tidak terdeteksi, seiring waktu menjadi parah.

Memang, saya tidak memungkiri rasa sayang dan cinta seorang ibu sangat besar terhadap anak, namun cara menyanyangi dan mencintai dengan menunda ditemukannya penyebab anak sakit bukanlah cara menyayangi yang benar.

Dan kasus lainnya, yang seringnya dianggap sakit maag biasa, minum promag berkali-kali. Namun ternyata radang hati atau radang kandung empedu. Banyak penyakit di saluran cerna yang bergejala seperti maag, oleh karena itu waspadalah.

Rasa khawatir dan takut akan vonis suatu penyakit saat berobat ke dokter memang wajar. Setiap orang tidak mau dikatakan sakit dan tidak mau menderita penyakit. Namun sejak 50.000 tahun sebelum diciptakannya langit dan bumi, Allah telah menyusun skenario kehidupan manusia dan segala alam. Ketika anda harus menderita penyakit, yakinlah hal tersebut telah Allah tuliskan dan Allah memberi jalan keluar dari setiap permasalahan. Ketika Allah turunkan penyakit, Allah turunkan pula obatnya.

Sebuah kekeliruan ketika anda malah justru memilih untuk tidak tahu apa yang terjadi pada diri anda atau keluarga anda, dengan alasan tidak siap menerima kenyataan. Anda berusaha mendahulukan prasangka bahwa yang anda alami adalah penyakit biasa. Tidak berat tentunya untuk datang ke dokter sekedar menanyakan tentang keluhan yang anda atau keluarga anda alami. Karena orang berilmu memiliki kewaspadaan yang berbeda dari orang yang tidak mengetahui. Dan dokter telah diberi Allah keutamaan tersebut. Allah pun memerintahkan kita dalam Al-qur’an untuk bertanya kepada yang berilmu tentang sesuatu yang kita tidak mengetahuinya. Jika nanti hasilnya ternyata tidak apa-apa, Alhamdulillah, namun jika sebaliknya, anda memiliki waktu yang banyak untuk berobat karena penyakit dideteksi lebih awal. Bukankah tidak sedikit masyarakat yang datang ke dokter ternyata dengan kanker stadium 4. Dan saya bukan menakut-nakuti, namun agar menjadi pelajaran bagi kita semua.

Memiliki rasa ingin tahu tentang keluhan yang anda atau keluarga anda alami merupakan suatu hal yang sangat baik. Anda tidak puas hingga anda mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh anda. Sehingga anda menanyakan dan berdiskusi dengan dokter anda. Tentu hal ini merupakan suasana positif dalam kerja sama dokter-pasien. Jika anda telah memiliki sifat demikian, saya dapat pastikan anda adalah orang yang kritis dan logis. Sifat seperti ini merupakan langkah awal dalam hubungan baik antara dokter-pasien untuk bersama-sama mengatasi penyakit yang anda atau keluarga anda alami. Setelahnya, penanganan penyakit pun dapat dilakukan segera dan berharap Allah memberi kesembuhan yang tidak meninggalkan keluhan setelahnya.

Oleh karena itu, komunikasikan segera kepada dokter keluhan-keluhan yang ada. Diskusikan apa penyebab dan penyakitnya. Ikuti penanganannya dan selalu tawakal pada Allah.

7 dalam satu